Home > Local Events

UBUD VILLAGE JAZZ FESTIVAL 2019

EARLY BIRD III, Until 30 Juni 2019

Continue Reading

After Hour Music - Maliq & D'Essentials with Cakra Khan

Continue Reading

- Teater Musikal dgn latar belakang budaya BATAK Kisah Sebuah Perjalanan Cinta - Show1: 15.30 WIB - Show2: 19.30 WIB

Continue Reading

The Finalice 2018

Finalice merupakan sebuah puncak dari rangkaian program International Clubbing Experience (ICE) 2018 yang terdiri dari Workshop, DJ Battle Competition, Online Remix Competition, Club Series, Clubbers of The Year dan TOP 100 DJ yang dipusatkan di Jakarta dan Bandung, di mana terdapat pemenang-pemenang yang akan di berangkatkan dan perform di Amsterdam Dance Event (ADE). Iceperience (ICE) merupakan official listing event dari ADE 2018. Finalice 2018 dengan konsep the biggest neon rave party at mall dengan misi gerakan #localicemovement menghadirkan 99 dj lokal yg ikut bertisipasi dalam event ini, dengan nama2 antara lain Yasmin, Winky Wiryawan, Weird Geniues, 3Kings, Anger Dimas, Jevin Julian, Midnight Quickie, Osvaldorio, 2 lampu Neon, R.R.O.B and many more. Di 9 area yang meliputi 9 genres EDM ( house, R&B x trance, Bigroom, drum & bass, techno, deep progressive, breakbeat, dan classic). Tiket Finalice 2018 sudah bisa dibeli mulai 13 Agustus 2018. Untuk Informasi lebih lebih lengkap dapat di lihat di website www.Iceperience.id atau follow IG @iceperience.id

Continue Reading

Intimate Live in Concert Daniel Sahuleka

Continue Reading

Show 1 ( 15 September 2018 ) Jam: 14.00 - 17.00 WIB. Show 2 ( 15 September 2018 ) Jam: 20.00 - 23.00 WIB. Show 3 ( 16 September 2018 ) Jam: 14.00 - 17.00 WIB. Show 4 ( 16 September 2018 ) Jam: 20.00 - 23.00 WIB. NB: - Untuk tempat duduk (seat number) system yg mengatur (Panitia)

Continue Reading

“Sabda Semesta” The Resonanz Music Studio akan mempersembahkan konser bertajuk “SABDA SEMESTA”, menampilkan Jakarta Concert Orchestradengan konduktor Avip Priatna Mag.Art, dan bintang tamu Farman Purnama, tenor dan Stephanie Onggowinoto, piano. Pada konser ini, Jakarta Concert Orchestra akan membawakan buah karya para komponis terkemuka dunia seperti Mendelssohn, Liszt, Vierne, Pick-Mangialli dll. dalam bentuk Sajak Simfonik yang isinya bercerita tentang segala sesuatu yang idenya bersumber dari Alam Semesta. Sajak Simfonik (Symphonic poem atau tone poem) sendiri adalah bentuk musik orkestra, yang biasanya terdiri dari satu gerakan tunggal yang menerus, yang mengilustrasikan atau mencerminkan isi dari sebuah sajak, cerita pendek, novel, lukisan, pemandangan atau sumber2 non musikal lainnya. Jenis musik ini mulai diciptakan pada abad ke 19. Istilah Jerman Tondichtung (tone poem) pertama kali digunakan oleh komposer Carl Loewe pada tahun 1828. Komposer Hungaria Franz Liszt juga menerapkan istilah ini pada 13 karyanya di masa itu. Meskipun banyak karya musik Sajak Simfonik yang durasinya hampir sama dengan musik simfonik standar, tetapi dalam musik ini, pendengar diajak untuk lebih berimajinasi tentang pemandangan, ide dan mood atau perasaan tertentu, yang tidak harus terpaku pada bentuk atau pola musik tradisional seperti misalnya bentuk sonata. Menurut Hugh Macdonald, seorang musikolog dan ahli musik abad 19 asal Inggris, Sajak Simfonik ini memenuhi tiga tujuan estetis musik abad 19, yaitu : mengaitkan musik dengan sumber-sumber dari luar/alam; sering menggabungkan banyak gerakan menjadi satu bagian prinsip; dan mengangkat musik instrumental ke tingkat estetis yang lebih tinggi sehingga bisa dianggap setara atau bahkan lebih tinggi dari opera. Musik Sajak Simfonik ini tetap menjadi komposisi populer dari dari tahun 1840 an hingga 1920 an, dan setelah itu para musisi mulai meninggalkan genre tersebut.

Continue Reading

Newsletter

Subscribe to newsletter for latest events information happening both local and international-wide!