Home > Local Events > Music

Saturdate Love Story of Kahitna, Yovie & Nuno, 5 Romeo and Arsy Widianto

-

Continue Reading

Magnificent Seven With Padi Reborn

-

Continue Reading

Project X-Noah x Yovie And His Friends

-

Continue Reading

“Sabda Semesta” The Resonanz Music Studio akan mempersembahkan konser bertajuk “SABDA SEMESTA”, menampilkan Jakarta Concert Orchestradengan konduktor Avip Priatna Mag.Art, dan bintang tamu Farman Purnama, tenor dan Stephanie Onggowinoto, piano. Pada konser ini, Jakarta Concert Orchestra akan membawakan buah karya para komponis terkemuka dunia seperti Mendelssohn, Liszt, Vierne, Pick-Mangialli dll. dalam bentuk Sajak Simfonik yang isinya bercerita tentang segala sesuatu yang idenya bersumber dari Alam Semesta. Sajak Simfonik (Symphonic poem atau tone poem) sendiri adalah bentuk musik orkestra, yang biasanya terdiri dari satu gerakan tunggal yang menerus, yang mengilustrasikan atau mencerminkan isi dari sebuah sajak, cerita pendek, novel, lukisan, pemandangan atau sumber2 non musikal lainnya. Jenis musik ini mulai diciptakan pada abad ke 19. Istilah Jerman Tondichtung (tone poem) pertama kali digunakan oleh komposer Carl Loewe pada tahun 1828. Komposer Hungaria Franz Liszt juga menerapkan istilah ini pada 13 karyanya di masa itu. Meskipun banyak karya musik Sajak Simfonik yang durasinya hampir sama dengan musik simfonik standar, tetapi dalam musik ini, pendengar diajak untuk lebih berimajinasi tentang pemandangan, ide dan mood atau perasaan tertentu, yang tidak harus terpaku pada bentuk atau pola musik tradisional seperti misalnya bentuk sonata. Menurut Hugh Macdonald, seorang musikolog dan ahli musik abad 19 asal Inggris, Sajak Simfonik ini memenuhi tiga tujuan estetis musik abad 19, yaitu : mengaitkan musik dengan sumber-sumber dari luar/alam; sering menggabungkan banyak gerakan menjadi satu bagian prinsip; dan mengangkat musik instrumental ke tingkat estetis yang lebih tinggi sehingga bisa dianggap setara atau bahkan lebih tinggi dari opera. Musik Sajak Simfonik ini tetap menjadi komposisi populer dari dari tahun 1840 an hingga 1920 an, dan setelah itu para musisi mulai meninggalkan genre tersebut.

Continue Reading

Konser " LOVE.GOD & MY HOME "

Love, God, and My Home Cinta, Tuhan, dan tanah air adalah tiga unsur yang ada di dalam pikiran Antonín Dvo?ák ketika menciptakan Simfoni Nomor 7. Ini pula lah yang menjadi tema konser persembahan Jakarta Concert Orchestra (JCO) dengan konduktor Avip Priatna. Pergelaran ini mempertunjukkan karya-karya terbaik dua komponis ternama dari zaman Romantik, yaitu Antonín Dvo?ák (Ceko) dan Henryk Wieniawski (Polandia). My Home Overture, opus 62, B. 125a karya Dvo?ák menjadi lagu pembuka konser, dilanjutkan dengan penampilan solo biola oleh Giovani Biga dalam Violin Concerto Nr. 2 in D minor, opus 22 karya Wieniawski dan sebagai penutup akan dibawakan Symphony Nr. 7 in D minor, opus 70, B. 141. Giovani Biga adalah violinis muda berbakat Indonesia yang menang dalam beberapa kompetisi nasional dan internasional, antara lain di Stockholm International Violin Competition di Swedia, The Arnuero XIV International Music Competition di Spanyol, dan Auryn Kammermusik Wettbewerb 2016 di Jerman. Lulus sarjana musik dari Hochschule für Musik Detmold (Jerman) dengan predikat Magna Cum Laude di bawah bimbingan Prof. Ulrike Anima Mathé, Biga memperoleh bea siswa dari Gessellschaft der Freunde und Fördere der Hochschule für Musik Detmold (GFF) dan DAAD Preis. Saat ini Biga sedang melanjutkan studi musiknya di salah satu sekolah musik prestisius dunia: Hochschule für Musik Hanns Eisler Berlin dengan bimbingan Prof. Ulf Wallin.

Continue Reading

DIGI STYLE MUSIC FESTIVAL

PRESALE FESTIVAL 11 - 30 SEPT 2018

Continue Reading

A1 20th Anniversary "Reunion" Tour

-

Continue Reading

Newsletter

Subscribe to newsletter for latest events information happening both local and international-wide!