F1 Night Race Singapore Package

13-17 September 2018 Rp 9.999.999,- (PROMO), 4 Days 3 Night , F1 Ticket Bay Grandstand, Hotel daerah Orchard dan sekitar, Pesawat JKT-Spore-JKT, Sebelum lakukan pembelian, harap hubungi kami dulu untuk confirmasi ketersediaan paket. Karena kami juga ada penjualan offline. WA 085716504358

Continue Reading

Show 1 ( 15 September 2018 ) Jam: 14.00 - 17.00 WIB. Show 2 ( 15 September 2018 ) Jam: 20.00 - 23.00 WIB. Show 3 ( 16 September 2018 ) Jam: 14.00 - 17.00 WIB. Show 4 ( 16 September 2018 ) Jam: 20.00 - 23.00 WIB. NB: - Untuk tempat duduk (seat number) system yg mengatur (Panitia)

Continue Reading

Franz Ferdinand Live in Singapore

FRANZ FERDINAND LIVE IN SINGAPORE, 21-22 November 2018, Rp 6,500.000, -Standing ticket, -Flight ticket, -Accomodation 2D1N Wa:085716504358

Continue Reading

“Sabda Semesta” The Resonanz Music Studio akan mempersembahkan konser bertajuk “SABDA SEMESTA”, menampilkan Jakarta Concert Orchestradengan konduktor Avip Priatna Mag.Art, dan bintang tamu Farman Purnama, tenor dan Stephanie Onggowinoto, piano. Pada konser ini, Jakarta Concert Orchestra akan membawakan buah karya para komponis terkemuka dunia seperti Mendelssohn, Liszt, Vierne, Pick-Mangialli dll. dalam bentuk Sajak Simfonik yang isinya bercerita tentang segala sesuatu yang idenya bersumber dari Alam Semesta. Sajak Simfonik (Symphonic poem atau tone poem) sendiri adalah bentuk musik orkestra, yang biasanya terdiri dari satu gerakan tunggal yang menerus, yang mengilustrasikan atau mencerminkan isi dari sebuah sajak, cerita pendek, novel, lukisan, pemandangan atau sumber2 non musikal lainnya. Jenis musik ini mulai diciptakan pada abad ke 19. Istilah Jerman Tondichtung (tone poem) pertama kali digunakan oleh komposer Carl Loewe pada tahun 1828. Komposer Hungaria Franz Liszt juga menerapkan istilah ini pada 13 karyanya di masa itu. Meskipun banyak karya musik Sajak Simfonik yang durasinya hampir sama dengan musik simfonik standar, tetapi dalam musik ini, pendengar diajak untuk lebih berimajinasi tentang pemandangan, ide dan mood atau perasaan tertentu, yang tidak harus terpaku pada bentuk atau pola musik tradisional seperti misalnya bentuk sonata. Menurut Hugh Macdonald, seorang musikolog dan ahli musik abad 19 asal Inggris, Sajak Simfonik ini memenuhi tiga tujuan estetis musik abad 19, yaitu : mengaitkan musik dengan sumber-sumber dari luar/alam; sering menggabungkan banyak gerakan menjadi satu bagian prinsip; dan mengangkat musik instrumental ke tingkat estetis yang lebih tinggi sehingga bisa dianggap setara atau bahkan lebih tinggi dari opera. Musik Sajak Simfonik ini tetap menjadi komposisi populer dari dari tahun 1840 an hingga 1920 an, dan setelah itu para musisi mulai meninggalkan genre tersebut.

Continue Reading

Japan Open Trip 2018

Japan Open Trip 2018

Continue Reading

Sinopsis Pertunjukan Bawi Lamus adalah narasi tentang kondisi Kalimantan - bukan hanya tentang keindahannya, namun juga tentang cita-cita masa depannya. Bawi Lamus dalam bahasa Dayak berarti wanita cantik dan anggun. Energi yang dipancarkan oleh sosok istimewa Bawi Lamus diharapkan menjaga kelestarian lingkungan alam maupun kelestarian hubungan harmonis antar manusia dengan tetap berserah kepada Tuhan Yang Maha Esa. Pertunjukan Bawi Lamus akan terbagi dalam empat bagian kisah Dayak, yaitu Alam, Manusia, Sejarah, dan Harapan.

Continue Reading

A1 20th Anniversary "Reunion" Tour

-

Continue Reading

Newsletter

Subscribe to newsletter for latest events information happening both local and international-wide!